0 3 min 7 mths

Tanjung Bintang, 05 September 2023 – Di SMAN 1 Tanjung Bintang, semangat kepemimpinan dan demokrasi bukan hanya konsep kosong, melainkan dilivedalam realitas. Siswa-siswa kelas X telah membuat terobosan yang luar biasa dengan menggabungkan seni dramatisasi dan penerapan prinsip demokrasi dalam sebuah proyek yang mereka namakan “Simulasi Kepemimpinan.”

Simulasi Kepemimpinan ini dimulai dengan pemahaman yang dalam tentang seni dan konflik yang sering kali mewarnai dunia kepemimpinan. Siswa-siswa merasa bahwa seni dramatisasi adalah cara yang unik untuk memahami konflik dan resolusi dalam konteks kepemimpinan.

Mereka membagi diri mereka menjadi tim yang berdedikasi untuk menciptakan bahan drama yang memainkan peran penting dalam pemahaman ini. Drama ini menggambarkan berbagai situasi kepemimpinan yang dihadapi oleh pemimpin muda, menyoroti konflik yang muncul, dan cara-cara yang mereka temukan untuk mengatasi tantangan ini.

Proyek ini juga melibatkan elemen Suara Demokrasi, yang merupakan inisiatif pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Siswa-siswa diberikan tugas untuk menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mereka merenungkan bagaimana Pancasila mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi dan kepemimpinan yang baik, dan bagaimana nilai-nilai ini dapat membimbing mereka dalam peran kepemimpinan mereka di sekolah.

Hasilnya adalah sebuah drama yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang konflik dan kepemimpinan. Siswa-siswa telah menunjukkan kreativitas luar biasa dalam membawa karakter dan situasi kehidupan nyata ke atas panggung.

Selain itu, proyek ini juga telah menguatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila. Mereka telah menginternalisasi nilai-nilai ini dan berkomitmen untuk menggunakannya dalam peran kepemimpinan mereka di sekolah.

Simulasi Kepemimpinan ini bukan hanya sebuah proyek sekolah biasa. Ini adalah langkah penting dalam menghasilkan pemimpin muda yang cerdas, beretika, dan berkomitmen untuk melayani dengan baik. Mereka telah memahami bahwa seni dapat menjadi alat yang kuat dalam memahami dan mengatasi konflik, sementara prinsip-prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila adalah panduan moral dalam kepemimpinan mereka.

Inisiatif ini juga menginspirasi siswa-siswa lain untuk menggabungkan seni dan nilai-nilai dalam pembelajaran mereka. Ini adalah contoh nyata tentang bagaimana pendidikan bukan hanya tentang buku teks, tetapi juga tentang pengalaman yang mendalam dan berharga yang membentuk karakter dan kepemimpinan generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *